Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2019 1440 Yang Terlengkap

Khutbah I'dul Adha 2019 M / 1440 H lengkap dan singkat- Khutbah pada hari raya idul adha sama halnya seperti khutbah yang lain seperti khutbah hari raya idul fitri dan jum'a yaitu mempunyai rukun dan ketentuan. Pada dasarnya khutbah yang harus dilaksanakan pada hari raya Idul Adha yaitu memberi tahu kepada jamaah bahwa pada hari raya ini adalah hari raya qurban.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر


Sumber: https://www.tongkronganislami.net/khutbah-idul-adha-memaknai-arti-qurban/

الله أكبر ,الله أكبر ,الله أكبر 
الله أكبر ,الله أكبر ,الله أكبر
الله أكبر ,الله أكبر ,الله أكبر  
ر x ٩ ألله أكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لاإله إلاالله وحده. الله أكبرولله الحمد
األله أكبروهو الحقيق بالحمد والتقديس والثناء
األله أكبر وهو المنفرد بالعظمة والمجد والكبرياء
األله أكبر وهو المعزلمن اعتصم بحبل تقواه القوي المتين


Sumber: https://www.tongkronganislami.net/khutbah-idul-adha-implementasi-nilai-haji-dan-qurban-dalam-kehidupan
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا اله الا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Sumber: https://www.tongkronganislami.net/khutbah-idul-adha-memaknai-arti-qurban/
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر


Sumber: https://www.tongkronganislami.net/khutbah-idul-adha-memaknai-arti-qurban/
 
      إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ ِباللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ 

Allahu akbar, Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd

Kaum muslimin yang berbahagia!

Hari ini, kita kembali menjadi saksi betapa luasnya kasih-sayang Allah Azza wa Jalla kepada kita semua. Pagi hari ini, kita kembali merasakan betapa besarnya rahmat dan ampunanNya untuk kita semua. Dosa demi dosa kita kerjakan nyaris sepanjang hari. Perintah demi perintahNya hampir kita abaikan setiap saat. Tapi lihatlah, Allah Azza wa Jalla yang Maha Pengasih itu tidak pernah bosan memberikan kesempatan demi kesempatan kepada kita untuk bertaubat dan kembali padaNya. Allah Azza wa Jalla yang Maha Penyayang itu tidak pernah menutup pintu ampunanNya yang luas. Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhmad.

Kaum muslimin yang berbahagia!


Hari Raya Idul Adha adalah kisah tentang sebuah keluarga mulia yang diabadikan oleh Allah Azza wa Jalla untuk peradaban manusia. Itulah kisah keluarga Ibrahim ‘alaihissalam. Melalui kisah keluarga Ibrahim ‘alaihissalam itu, Allah Ta’ala ingin menunjukkan kepada kita betapa pentingnya posisi keluarga dalam membangun sebuah peradaban yang besar. Sebuah masyarakat yang bahagia dan sejahtera, tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.

Sebuah masyarakat tidak akan bisa menjadi bahagia dan sejahtera jika masyarakat itu gagal dalam membangun keluarga-keluarga kecil yang ada di dalamnya. Dan jika kita berbicara tentang keluarga, maka itu artinya kita juga akan berbicara tentang salah satu unsur terpenting keluarga yang bernama: Anak. Dalam kisah keluarga Ibrahim ‘alaihissalam, sang anak itu “diperankan” oleh sosok Isma’il ‘alaihissalam. Inilah sosok anak teladan sepanjang zaman yang kemudian diangkat menjadi seorang nabi oleh Allah Azza wa Jalla. Bahkan yang luar biasanya adalah melalui keturunan Isma’il ‘alaihissalam inilah kemudian lahir sosok nabi dan rasul paling mulia sepanjang sejarah manusia bahkan alam semesta, yaitu: Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam! Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd…

Kaum muslimin rahimakumullah!

Saya kira hampir semua dari kita mengikuti bagaimana anak-anak remaja kita yang bergabung dalam geng-geng motor mulai berani melakukan tindakan-tindakan anarkis yang tidak pernah diduga sebelumnya. Kita semua juga nyaris menyaksikan setiap hari di sudut-sudut jalan raya, bagaimana anak-anak kita dieksploitasi dan diperalat menjadi anak jalanan, mengemis dan meminta-minta sambil mengisap lem dari balik bajunya yang lusuh dan kotor. Saya kira kita juga tahu hasil-hasil survey mutakhir yang menunjukkan bagaimana jumlah ABG yang hamil di luar nikah terus meningkat dalam jumlah yang sangat memprihatinkan. Dan itu semua barulah segelintir masalah dan problem anak-anak kita di masa kini… Wallahul musta’an. Allahu akbar Allahu akbar La ilaha illaLlah Allahu akbar walillahilhamd.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Harus kita akui dengan jujur bahwa salah satu penyebab utama terjadinya ini semua adalah orangtua itu sendiri. Tidak sedikit Orangtua yang terjebak dalam dua sikap ekstrem yang saling bertolak belakang: sikap yang memanjakan terlalu berlebihan dan sikap pengabaian yang menelantarkan anak-anak. Ada orangtua yang menganggap bahwa kasih sayang kepada anak harus ditunjukkan dengan pemberian dan pemenuhan segala keinginannya. Bahkan ada juga orangtua yang memanjakan anak dengan segala fasilitas untuk mengangkat gengsinya sendiri sebagai orangtua! Pada sisi yang lain, tidak sedikit orangtua yang tidak peduli dengan anak-anaknya. Atau menunjukkan kepedulian dengan melakukan kekerasan demi kekerasan kepada anak. Karena itu, di hari yang penuh berkah ini, marilah kita berhenti sejenak, membuka hati untuk sejenak belajar dari ayahanda para nabi dan rasul, Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam. Belajar tentang betapa pentingnya nilai keluarga kita, tentang betapa pentingnya nilai seorang anak bagi orangtuanya di dunia dan akhirat. Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd… Para ayah dan bunda yang dimuliakan Allah! Pelajaran pertama dari kisah Ibrahim ‘alaihissalam adalah bahwa untuk mendapatkan anak yang shaleh, maka orangtua terlebih dahulu berusaha menjadi orang yang shaleh. Karena siap menjadi orangtua artinya siap menjadi teladan untuk keluarga, bukan sekedar memberi makan dan mencukupi kebutuhan anak. Keberhasilan Ibrahim ‘alaihissalam mendapatkan karunia anak shaleh seperti Isma’il ‘alaihissalamadalah karena beliau sendiri berhasil mendidik dan membentuk dirinya menjadi seorang hamba yang shaleh. Allah Azza wa Jalla menegaskan:

 قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sungguh telah ada untuk kalian teladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.” (al-Mumtahanah: 4) Pujian Allah Azza wa Jalla untuk Ibrahim ‘alaihissalam ini tentu saja didapatkannya setelah ia berusaha dan berusaha menjadi sosok pribadi yang dicintai oleh Allah Azza wa Jalla. Pertanyaannya sekarang untuk kita semua adalah: siapakah di antara kita yang sejak awal menjadi orangtua sudah berusaha untuk belajar dan berusaha menjadi orangtua yang shaleh? Apakah kesibukan kita menshalehkan pribadi kita sudah menyamai kesibukan kita mengurus rezki dan urusan dunia lainnya? Prof. DR. Abdul Karim Bakkar, seorang pakar pembinaan anak dan keluarga menegaskan: “Tarbiyah dan pembinaan keluarga yang kita capai itu adalah gambaran tentang bagaimana pembinaan pribadi kita sendiri!” Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu

Allahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd

 Ma’asyiral muslimin rahimahukumullah!

 Pelajaran kedua dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah jika ingin memiliki anak yang shaleh, maka bersungguh-sungguhlah meminta dan mencita-citakannya dari Allah Azza wa Jalla. Allah Ta’alamengabadikan doa-doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tentang itu di dalam al-Qur’an:

 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Tuhanku, karuniakanlah untukku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh.” (al-Shaffat: 100)
 رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat, juga dari keturunanku. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku.” (Ibrahim: 40)

Kaum muslimin yang berbahagia!

Mungkin banyak di antara kita yang sekedar “mau” memiliki anak yang shaleh. Tapi siapa di antara kita yang sungguh-sungguh berdoa memintanya kepada Allah dengan kelopak mata yang berderai air mata? Siapa di antara kita yang secara konsisten menyelipkan doa-doa terbaiknya untuk keluarga dan anak-anaknya? Allahu akbar, Allahu akbar La ilaha illaLlahu Allahu akbar wa lillahilhamd… Jika kita memang sungguh-sungguh bercita-cita mendapatkan anak shaleh, maka kita harus berpikir dan berusaha sungguh-sungguh pula mencari jalannya, sama bahkan lebih dari saat kita bercita-cita ingin mempunyai penghasilan yang besar, rumah tinggal impian dan kendaraan idaman kita. Berikut ini beberapa hal yang sungguh-sungguh harus kita jalankan untuk mewujudkan impian “anak shaleh” tersebut: Pertama, konsisten mencari rezki yang halal untuk keluarga: Dalam pandangan Islam, apa yang dikonsumsi oleh tubuh manusia akan berpengaruh terhadap perilakunya. Karena itu, Islam mewajibkan kepada setiap orangtua untuk memberikan hanya makanan halal yang diperoleh melalui harta yang halal kepada anak-anak mereka. Bahkan nafkah yang halal untuk keluarga akan dinilai sebagai sedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

 إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا أَنْفَقَ عَلَى أَهْلِهِ كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً

“Sesungguhnya seorang muslim itu jika ia memberi nafkah kepada keluarganya, maka itu akan menjadi sedekah untuknya.” (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh al-Albani)

Usaha memberikan nafkah yang halal tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Dan untuk itu, kita harus selalu mengingat peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tantangan tersebut. Beliau bersabda:

 يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak lagi peduli apa yang ia kumpulkan; apakah dari yang halal atau dari yang haram?” (HR. al-Bukhari)

Apakah kita termasuk yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini? Orang yang tidak peduli dari mana mengais dan membawa pulang nafkah untuk keluarga; apakah itu dari hasil suap, korupsi dan manipulasi seperti yang sekarang ini sedang menjadi trend sebagian pejabat di negeri ini?! Semoga saja tidak, karena nafkah yang tidak halal yang tumbuh menjadi daging dalam tubuh. Dan Rasulullah telah berpesan:

 لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنَ السُّحْتِ، النَّارُ أَوْلَى بِهِ “Tidak akan masuk surga daging tumbuh dari harta haram, karena neraka lebih pantas untuknya.”(HR. al-Tirmidzi dengan sanad yang shahih)

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Yang kedua, memberikan kasih sayang kepada anak tapi tidak memanjakannya: Pada hari ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang nyaris tak terbendung, kita sudah tidak aneh lagi melihat anak-anak yang dibekali oleh para orangtua dengan peralatan-peralatan komunikasi yang bisa apa saja, termasuk mengakses tayangan-tayangan pornografi. Di samping dampak lain seperti kecanduan game dan semacamnya yang semakin merenggangkan hubungan komunikasi antara anak dan orangtua. Ini adalah satu contoh kasus di mana mungkin saja kita menganggap itu sebagai bukti kasih sayang kita kepada mereka. Namun marilah memikirkan dengan jernih bahwa bukti cinta dan sayang kita yang sesungguhnya kepada mereka adalah dengan berusaha menyelamatkan mereka dari api neraka. Allah Ta’alaberfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ “Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri dan keluarga kalian dari api nerakan yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”(al-Tahrim: 6)

Apakah Anda rela membiarkan anak-anak Anda terpanggang di dalam kobaran api neraka? Apakah kita rela membiarkan anak-anak yang kita sayangi itu menjadi bahan bakar neraka Allah?Na’udzu billah min dzalik.

Kaum muslimin rahimakumullah!

Para ayah dan bunda yang berbahagia! Selanjutnya yang ketiga adalah terus belajar dan belajar menjadi orangtua yang shaleh dan cakap: Apakah kita sudah mengetahui semua panduan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik anak? Apakah kita sudah memahami bagaimana menghadapi karakter anak kita yang berbeda-beda itu? Kita tidak dilarang mempelajari konsep pendidikan anak dari siapa saja, tapi selalu ingat bahwa konsep pendidikan dan pembinaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang terbaik dan yang wajib untuk kita jalankan. Tentu saja kita tidak lupa untuk meneladani jejak para sahabat Nabi dan Ahlul bait beliau secara benar, dan tidak berlebih-lebihan. Cobalah kita renungkan betapa banyaknya hal yang harus kita pelajari sebagai orangtua. Karenanya sesibuk apapun urusan dunia kita, kita harus menyediakan waktu untuk belajar menjadi orangtua yang shaleh dan cakap. Itulah harga yang harus kita bayar untuk menyelamatkan keluarga kita dari kobaran api neraka yang membara. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd.

Kaum muslimin yang berbahagia!

Mengapa kita harus benar-benar serius merancang kehadiran anak shaleh di dalam rumah tangga kita? Menjawab pertanyaan itu, marilah merenungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

 إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang insan meninggal dunia, akan terputuslah seluruh amalnya kecuali dari 3 hal: dari sedekah jariyah, atau dari ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang berdoa untuknya.”(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Albani)

Melalui hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan bahwa anak yang shaleh adalah investasi yang tak ternilai harganya. Anak yang shaleh adalah pelita yang tak padam meski kita telah terkubur dalam liang lahat. Anak yang shaleh adalah sumber pahala yang tak putus meski tubuh kita telah hancur berkalang tanah. Sebaliknya, anak-anak yang tidak shaleh kelak akan menjadi sumber bencana bagi kehidupan kita para orangtua di akhirat, wal ‘iyadzu biLlah. Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.

Kaum muslimin yang berbahagia!

Namun jika kita merasa gagal setelah mengerahkan upaya sungguh-sungguh untuk menghadirkan sosok anak shaleh dalam rumah kita, janganlah kita berputus asa kepada Allah Azza wa Jalla. Dalam kondisi putus asa seperti itu, kita harus belajar dari kesabaran dan keteguhan Nabi Nuh‘alaihissalam yang terus mengajak anaknya ikut bersamanya, meski kemudian anaknya memilih untuk durhaka kepada Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya. Kesabaran juga hal paling mendasar yang harus kita miliki dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Maraknya kasus perceraian adalah bukti bahwa banyak orangtua yang egois memikirkan dirinya sendiri dan lupa bahwa anak-anak sangat membutuhkan sebuah keluarga yang utuh. Karenanya, bersabarlah karena Allah selalu bersama dengan orang-orang yang sabar. Selanjutnya kepada para pemilik dan pelaku media, ingatlah bahwa media-media yang Anda miliki dan kelola telah terbukti sebagai alat paling efektif menyampaikan kebaikan dan keburukan. Ingatlah, jika Anda mencari nafkah dengan cara menyebarkan nilai-nilai kebatilan melalui media, maka itu akan menjadi nafkah haram untuk diri dan keluarga Anda.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!

Sebelum mengakhiri khutbah ini, marilah sejenak kita menyimak panduan singkat menunaikan ibadah kurban kita hari ini hingga 3 hari ke depan. Hewan yang dapat dikurbankan adalah domba yang genap berusia 6 bulan, kambing yang genap setahun, sapi yang genap 2 tahun. Syaratnya, hewan kurban tidak boleh memiliki cacat atau penyakit yang bisa berpengaruh pada dagingnya, jumlah maupun rasanya, misalnya: kepicakan pada mata, kepincangan pada kaki dan penyakit pada kulit, kuku atau mulut. Seekor domba atau kambing hanya mencukupi untuk kurban satu orang saja, sedangkan seekor sapi boleh berserikat untuk tujuh orang, kecuali berserikat pahala maka boleh pada semua jenis tanpa batas. Sebaiknya pemilik kurban yang menyembelih sendiri hewan kurbannya, tetapi bisa diwakilkan kepada penjagal, dengan syarat seorang muslim yang menjaga shalatnya, mengetahui hukum-hukum menyembelih dan upahnya tidak diambilkan dari salah satu bagian hewan kurban itu sendiri, kulit atau daging, meskipun dia juga bisa mendapat bagian dari hewan kurban sebagai sedekah atau hadiah. Waktu penyembelihan hewan kurban adalah seusai pelaksanaan shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya. Pembagian hewan kurban yang telah disembelih dapat dibagi tiga bagian, sepertiga buat pemiliknya, sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin. Pahala yang kita peroleh sangat bergantung pada keikhlasan niat kita dalam menunaikan ibadah kurban ini. Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd… Di penghujung khutbah ini, marilah sejenak kita menundukkan jiwa dan hati untuk menyampaikan doa-doa kita kepada Sang Maha mendengar, Allah Azza wa Jalla. Semoga doa-doa itu terhantarkan ke sisi Allah Ta’ala bersama dengan ibadah kurban yang kita tunaikan hari ini.

 رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Demikan lah ulasan tentang teks contoh tentang teks khutbah hari raya idul adha semoga bermanfaat

Niat Bacaan Sholat Tahajud Lengkap Dengan Do'anya

Dizikir Malam Dan Doa Setelah Sholat Tahajud Sesuai Sunnah Lengkap Arab, Latin Dan Artinya-sholat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh semua umat muslim di karenakan memiliki keutamaan serta keajaiban di dalamnya adalah tahajud. Mungkin jika melihat dari keitimewaannya belum semua orang mengetahui hingga merasakannya sehingga masih hanya sedikit yang bisa mengerjakan sholat tahajud ini, karena yakin apabila mereka umat islam semuanya bisa secara dohir mengethaui sebesar apa pahala dari tahajud maka tidak akan ada satu pun yang berani meninggalkannya.

Pada dasarnya tahajud menjadi sholat malam yang memiliki ketentuan berbeda dengan yang lainnya yaitu hanya bisa di lakukan pada malam hari serta harus tidur terlebih dahulu, dan tidur ini menjadi salah satu syarat mutlak dari tahajud. Sementara jika di lihat dari tata cara tentu tidak ada perbedaan dengan yang lainnya misal dengan tata cara sholat dhuha atau yang lainnya yaitu di awali niat dan di akhiri salam dengan masing-masing 1 kali salam dua rakaat.

Namun apabila mengenai jumlah rakaat pada sholat tahajud telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama seperti apabila menurut madzhab maliki hingga 10 sampai 12 rakaat, menurut hanafi maksimal 8 rakaat sedangkan madzhab syafi'i dan hambali tidak ada hitungan maksimal pada sholat tahajud atau tidak menentukan jumlah rakaat paling banyak boleh di lakukan hingga beberapa rakaat dengan masing-masing 2 rakaat 1 kali salam.


Maka dari itu dapat di ambil kesimpulan, dalam mengerjakan sholat tahajud boleh melakukan beberapa rakaat dan paling sedikit dua rakaat. Lalu selain itu juga di anjurkan bagi oorang yang sudah selesai mengerjakan sholat tahajud ini untuk membacakan doa atau bisa juga sebelum berdoa memperbanyak bacaan amalan dzikit baik berupa kalimat tauhid laa ilaha illalah , shalwa, tahlil, tahmid dan yang lainnya, serta kemudian nanti di akhirnya di tutup doa seperti di bawah ini.

Doa Setelah Sholat Tahajud

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Artinya :“Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”


Pada artikel kali ini kami hanya lebih fokus memberikan pembahasan pada doa Stelah sholat tahajud saja, jadi mohon maaf apabila apa yang ada dalam ulasan di atas kurang begitu detail dengan lengkap. Agar lebih bisa mengetahu lebih jauh apa saja yang berkaitan dengan sholat malam ini silahkan anda pelajari pada pembahasan sebelumnya mengenai tata cara dzikir doa sesudah setelah sholat tahajud berapa rakaat dan witir hajat tahajud 4 rakaat istikharah sesuai sunnah dan terjemahan yang benar pdf mp3 download dan yang lainnya.

Cara Dan Niat Mandi wajib Setelah Haid Bagi Wanita Dengan Sempurna

Mandi wajib haid adalah rutinitas setiap wanita yang pasti akan di lakukan minimal setidaknya 1 bulan sekali sebagaimana umumnya masa terjadinya haid datang setiap satu bulan. Bagi perempuan yang sedang berada pada masa tersebut memang terdapat kemurahan dalam hal beribadah di mana dia tidak boleh sholat dan tidak perlu mengqadhanya, serta tidak di perbolehkan puasa namun mesti menggantinya di lain waktu. Mengapa di katakan kemurahan sebab biasanya wanita yang sedang haid keadaan tubuhnya kurang setabil sehingga apabila melakukan aktivitas akan sedikit kurang maksimal.

Sedangkan mengenai mandi wajib sesudah haid hukumnya adalah wajib dan apabila tidak segera di kerjakan maka haram baginya melakukan peribadahan misal salah satunya adalah sholat. Sehingga karena kewajiban ini berhubungan dengan permasalahan ibadah lain sudah tentu dalam pelaksanaannya pun harus benar-benar sesuai terpenuhi segala hal yang telah di syariatkan dan salah satunya harus membaca doa mandi wajib atau populer dengan sebutan niat. Selain juga harus memenuhi tata cara yang benar dan sempurna agar mandinya tersebut sah menurut agama.

Disadari atau tidak bahwa dalam hal mengenai mandi wajib ini kebanyakan orang menganggap hal biasa sehingga mereka dalam pelaksanaannya tidak memperhatikan bagaimana panduan yang benar, mungkin beranggapan bahwa mandi wajib atau besar sama dengan pada umumnya yang biasa di lakukan sehari-hari. Padahal untuk mandi besar ini memiliki tata cara khusus yang benar-benar harus di penuhi oleh orang yang mengerjakannya dalam arti tidak hanya sebatas untuk menyegarkan badan tetapi juga ada nilai ibadah wajib di dalamnya yang harus di perhatikan dengan baik.


Bahkan tidak hanya dalam mandi haid saja tetapi juga meliputi mandi junub dan setelah nifas serta wiladah (melahirkan) yaitu ada syarat rukun yang sama-sama harus di penuhi. Oleh karena itulah pembahsan ini satu persatu akan coba di perjelas bagaimana tata cara serta bacaan doa niat mandi wajib yang benar, agar dalam pelaksanaannya nanti sesuai dengan syariat agama, tidak mengerjakan asal-asalan, sehingga nanti mandipun benar-benar sempurna bernilai ibadah, dan yakin hal ini jarang di perhatikan oleh kebanyakan orang, entah tidak tahu atau bagaimana.

Untuk tata cara mandi wajib pertama yang harus di lakukan yaitu mambaca basmalah dan berniat saat basuhan pertama, kemudian terlebih dahulu membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangannya masing-masing 3 kali, lalu bersihkan dulu kemaluan dan apabila ada najis yang menempel jangan lupa bersihkan dulu, selanjutnya berwudhu sebagaimana ketika akan sholat, Selanjutnya basuhlah tubuh mulai dari pundak ke kepala dan di mulai bagian kanan terlebih dahulu, jangan lupa rambut harus di gosok-gosok agar air sampai ke kulit bawah rambut, serta kulit yang ada di bawah kuku juga harus terbasuh dengan air.

Apabila sudah yakin tubuh seluruhnya telah terbasuh air maka di lanjut dengan membasuh kedua telapak kaki hingga mata kaki, serta di sunnahkan setelah selesai melakukan mandi wajib untuk tidak mengeringkan badan dengan pengering seperti handuk biarkan kering dengan sendirinya, serta di sunnahkan juga melakukannya dengan tertib. Silahkan pahami tata cara dari mandi wajib di atas dengan baik agar bisa di amalkan pada waktunya, dan berikut adalah niat mandi haid secara lengkap.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى


Nawaitul ghusla lirof'i khadzasil khaidi lillahi ta'aala


Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats haid karena Allah Ta'ala


Sebenarnya ada banyak hal yang harus di pahami, tidak hanya sekedar setelah niat mandi haid saja tetapi juga bagaimana hukum rambut yang jatuh atau rontok ketika haid, apakah harus di kumpulkan dan di bawa ikut mandi besar, serta apakah bagaimana hukumnya mencukur atau memotong kuku ketika haid. Akan tetapi pembahsan tersebut akan panjang sekali, mungkin lain kesempatan akan coba di erjelas lagi hingga tuntas. Dan untuk saat ini cukup sampai pembahsan cara doa niat mandi wajib setelah haid bagi wanita dengan sempurna, silahkan pelajari dengan benar.

Niat Puasa Sunnah Rajab 2018 Arab, Latin Sekaligus Pengertainnya

Niat Puasa Sunnah Rajab 2018 Arab Latin Sekaligus Pengertainnya-Bulan Rajab merupakan salah satu di antara bulan-bulan haram (bulan suci yang dihormati) dalam Islam. Ia merupakan bulan ketujuh dalam kalender hijriah. Dengan memasuki bulan Rajab, berarti tanda-tanda kedatangan bulan Ramadhan semakin dekat. Artinya bulan ini merupakan starting awal bagi seorang hamba untuk mempersiapkan diri dalam rangka menyambut bulan puasa. Bahkan sebagian ulama salaf, pada bulan tersebut senantiasa berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 Artinya : Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.

Tak perlu cemas bila kamu masih bingung dengan lafadz Niat Puasa Rajab, kami akan menyuguhkah lafadz niatnya berikut. Sebelumnya, ada beberapa keutamaan dan manfaat yang luar biasa bagi kaum musllim yang menjalankan puasanya pada bulan rajab.


Sebagaiman yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW yang artinya: “Barang siapa berpuasa pada bulan rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahannam, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari, maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya”. (HR. At-Tabrhani).

Karena itulah banyak dari kau muslim yang menganggap bulan rajab adalah bulan yang penuh dengan kemliaan selain bulan suci Ramadhan. Maka dari itu, sebagai kaum muslm sebaiknya lebih banyak melakukan amalan baik di bulan ini.

Salah satunya dengan melaksanakan amalan berpuasa di bulan rajab. Memang jika dilihat sekilas, melakukan puasa di bulan rajab tidak berbeda dengan melakukan puasa sunnah yang lainnya, seperti puasa sunnah Senin-Kamis.

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ghodin fii syahri rajabi sunnatan lillahi ta’aalaa

Artinya : Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allah Ta’ala

Itulah mengenai tentang Niat Puasa Sunnah Rajab di dalam artikel ini, semoga ada bermanfaat bagi anda yang membacanya Amiin.

Puasa Ramadhan Tahun 2020 M / 1442 H Jatuh Pada Hari Dan Tanggal

Puasa Ramadhan Tahun 2018 M / 1439 H Jatuh Pada Hari Dan Tanggal - Assalamua'alikum Warohmatullohi Wabarokatuh. tak tersa bulan suci ramadhan telah datanggal kembali pada tahun 2017.Awal Puasa 2018 / Awal Puasa Ramadhan 2018 (1439 H) Hasil Sidang Isbat Pemerintah Muhammadiyah NU Akan Sama! Ini berdasar Hasil Sidang Itsbat dan perhitungan hisab. Jika Sama tentu akan semakin meriah sobat dijogja.web.id. Jika tidak sama jangan dijadikan perbedaan dan permusuhan ya sobat dijogja.web.id. Jika terjadi permusuhan di kalangan umat islam di Indonesia maka akan mengganggu ekonomi di negeri tercinta kita ini sobat dijogja.web.id. Nanti Pasti bisnis-bisnis, usaha-usaha, finance, asuransi dan semua unit ekonomi akan terganggu jika terjadi keributan karena masalah awal puasa.

Awal Puasa Ramadhan di Indonesia yang harus sobat ketahui di Indonesia ini menggunakan 2 metode perhitungan yaitu metode hisab hakiki wujudul hilal dan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode hisab hakiki wujudul hilal digunakan oleh Ormas dan Warga Muhammadiyah. Metode rukyatul hilal digunakan oleh Pemerintah, NU dan Warga NU. Perbedaan kedua metode tersebut adalah cara perhitungan dan derajatnya. Sekali lagi jangan saling menyalahkan jika terjadi perberbedaan sobat dijogja.web.id karena kedua metode semua benar dan diperbolehkan.

Untuk awal Puasa Muhammadiyah jatuh pada hari sabtu tanggal 15 Mei 2018 M/1439 H
Untuk awal puasa NU jatuh pada hari sabtu tanggal 15 Mei 2018/1439 H
Awal Puasa Kemenag RI / Pemerintah (Sidang Isbat): Sabtu, 15 Mei 2018/1439 H


Bagaiamana sejarah ke-2 organisasi besar ini sobat dijogja.web.id? Sejarah Muhammadiyah, organisasi ini didirikan di Kampung Kauman kota Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan pada tanggal [8 Dzulhijjah 1330 H] atau [18 Nopember 1912] oleh Muhammad Darwis atau KH Ahmad Dahlan. Sedangkan Sejarah NU atau Nahdlatul Ulama berdiri pada tanggal 31 Januari 1926. Nu sendiri bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Bagaimana sobat dijogja.web.id? Sudah tahu kan sejarah ke-2 Organisasi besar Islam ini sekarang? Semoga menambah wawasan ya sobat dijogja.web.id

Jika terjadi perbedaan dan perpecahan umat Islam di Indonesia juga akan sangat merugikan. Kenapa? Karena Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk beragama islam terbesar di Indonesia. Jadi jika terjadi perpecahan maka tidak hanya unit usaha dan bisnis yang terganggung namun sektor wisata pun akan terganggu. Karena kaliyan harus ketahui bahwa saat puasa dan lebaran akan banyak orang yang berwisata. Biaya dibayangkan hotel-hotel murah akan sepi penginap, tempat-tempat wisata sepi pengunjung. Tiket pesawat, tiket kereta, tiket kapal, rental mobil, sewa mobil, dan diskon-diskon wisata akan sepi pembeli.

Mungkin artikel mengenai tentang Puasa Ramadhan Jatuh Pada Hari dan Tanggal Pada tahun 2018 di cukupkan sekian,dan baca juga artkel tentang puasa sunnah rajab semoga bermanfaat amiin.

Hari Raya Idul Fitri Satu Syawal 2018 Jatuh Pada Hari Dan Tanggal

Hari Raya Idul Fitri Satu Syawal 2018 Jatuh Pada Hari Dan Tanggal - Pada hitungan bulan hijriyah atau qomariyah pada hari raya idul fitri sudah jatuh pada bulan syawal, karena kalau menurut hitungan kalender Hijriyah bulan syawal sudah termasuk pada hitungan bulan yang ke sepuluh. Bualan tersebut memiliki pristiwa yang sangat istimewa, krena seluruh umat islam diseluruh penjuru duniavsetelah melaksanakan ibadah puasa sebulan lamanya pasti akan menanti dengan kedatangan hari raya idul fitri.

Hari raya Idul Fitri atau biasa disebut lebaran di Indonesia adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal penanggalan Hijriyah. Kalau dihitung berdasarkan kalender masehi, tanggal 1 Syawal ini selalu jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya.

Bahkan pada tahun 2000 lalu, umat Islam merayakan Idul Fitri sebanyak dua kali: di bulan Januari dan Desember. Hal ini akan terjadi lagi di sekitar tahun 2035 dan 2036. Untuk tahun ini, Idul Fitri jatuh pada hari rabu tanggal 13 Juni 2018 dalam kalender Masehi dan tanggal 1 Syawal 1439 dalam kalender Hijriyah


Idul Fitri atau lebaran adalah acara penting bagi umat Islam di Indonesia untuk saling berkumpul dan bersilahturahmi bersama sanak saudara dan keluarga. Di Indonesia, ada banyak tradisi lokal yang kini menjadi bagian acara lebaran yang tidak dijumpai dalam acara Idul Fitri di Timur Tengah atau negara-negara lainnya. Salah satunya adalah halal bihalal atau saling memaafkan di saat lebaran yang bermula sejak dakwah Wali Songo di abad ke 15.

Acara sunkem terhadap orang tua juga merupakan tradisi lokal yang menjadi bagian dari acara lebaran di Indonesia. Tak lupa adalah ketupat yang dipercaya berasal dari bahasa Jawa kupat atau ngaku lepat (mengakui kesalahan). Anyaman daun kelapa pembungkus ketupat melambangkan keasalahan dan dosa yang dilakukan manusia, sedangkan ketupat putih di dalamnya melambangkan kebersihan hati setelah memohon maaf dari segala kesalahan.

Mungkin artikel tentang mengenai Hari raya Idul Fitri dicukupkan sekian seboga bermanfaat Amiin

Bacaan Niat Sholata Sunnah Istkharah Serta Do'anya

Bacaan Niat Sholata Sunnah Istkharah Serta Do'anya - Sholat merupakan salah satu kewajiban bagi unat islam yang mana Alloh telah memerintahkan kepada seluruh umat muslim di muka bumi.Sesungguhnya kita umat manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pada pertolongan Allaah dalam setiap urusan, satu hal yang mesti diyakini bahwa manusia tidak mengetahui perkara yang ghoib, selain dari pertolongan Allaah, Manusia tidak mengetahui manakah yang baik dan buruk pada kejadian pada masa akan datang kecuali setelah mendapat petunjuk dari Allaah. Oleh karena itu, di antara hikmah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia mensyariatkan do’a supaya seorang hamba dapat memohon pada Rabbnya untuk dihilangkan kesulitan dan diperolehnya kebaikan.

Seorang muslim memiliki pengetahuan dan tidak ada keraguan sedikit pun tentang Al Quran dan perintah - perintah Allaah serta meyakini bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allaah Ta’ala. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang dia kehendaki pada hamba-Nya.

Shalat Istikharah adalah sholat sunnah yang biasa dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah bagi mereka yang sedang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. permasalahan dalam hal ini tidak dibatasi, seseorang dapat sholat istikharah untuk menentukan dimana ia kuliah, siapa atau jalan mana yang lebih cocok bagi seseorang dan atau jika menyangkut pekerjaan maka perusahaan mana yang lebih baik dipilih. Setelah shalat istikharah dilaksanakan maka dengan izin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam hal memilih apa yang terbaik bagi dirinya.


Pada dasarnya shalat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja, akan tetapi lebih dianjurkan pada waktu sepertiga malam yang terakhir. Niat yang dibaca pada shalat ini, sebagaimana juga sholat sunnah yang lain cukup diucapkan didalam hati, adapun jika dengan lisan maka cukuplah terdengar oleh diri sendiri saja, yang terpenting adalah dengan disertai niat hanya semata karena Allah Ta'ala dan memohon semata - mata kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho-Nya.

Sholat istikharah boleh dan atau bisa dikerjakan dengan paling sedikit 2 rakaat atau hingga dua belas rakaat dengan sekali salam pada tiap tiap 2 raka'at.

Bacaan Niat Sholta Istkharah


أُصَلِّي سُنَّةَ اْلإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْن لِلَّهِ تَعَال

 "Usholli sunnatan istikharati ra’ataini lillahita'ala."
 Arti dari niat ini adalah aku berniat menunaikan sholat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’la.

 Setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, membaca Surah Al-A'laa (1 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca 1 Surah Al Qadr (1 kali), dan atau jika mengerjakan lebih dari 2 raka'at setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca ayat Al-Kursi (7 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca Surah Al-Ikhlas (11 kali). dan surah - surah pendek yang lain.
Setelah salam dilanjutkan dengan berdzikir dengan memohon kepada Allah dengan memperbanyak bacaan Asma'ul husna diantaraya (Ya Shamad , Ya Qadir , Ya Latifu , Ya Khabir, Ya 'Aliyyu, Ya Adzim , Ya Syami'u Ya Bashir) kemudian dilanjutkan dengan bacaan do'a shalat istikharah denga memohon petunjuk dan mengutarakan masalah yang dihadapi.

Bacaan Do'a Istkharah

اَللهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَخَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْلِى الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ
" Allahumma inni astaghiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka, wa asaluka min fadhlikal ‘adhiim fainnaka taqiru wala aqdiru, wa na’lamu wa la a’lamu, wa anta ‘alamul ‘udzub, allahumma ingkungta ta’lamu annahadhal amra (sebutkan sesuatu yang membimbangkan hati) wayusamma khajatahu (ucapkan apa yang menjadi keinginan dalam melaksanakan sholat istikharah) fauqdurhu liwayasirhu tsuma barik lifih, wa ingkunta ta’lam ana hadzal amri syarun li fi dini wama ‘asyi wa akibati amri faisrifhu ‘ani wa ishrifni nahu wa uqdurli alkhaira haitsu kanna tsuma ardhini bih. "

Artinya :Ya Tuhan hamba memohon pada Engkau pilihkanlah mana yang baik bagi hamba menurut Engkau, hamba mohon kepada Engkau berikanlah kepastian dengan ketentuan Allah dan hamba mohon kemurahan dari Allah yang besar dan agung karena hanya Allah yang berkuasa sedangkan hamba tidak tahu menahu, hanya Allah yang mengetahui semua yang tersembunyi. Ya Tuhan, jika Allah tahu mengenai persoalan (sebutkan persoalan yang sedang dialami) baik untuk hamba dan baik juga akibat yang ditimbulkannya maka berikanlah perkara ini pada hamba dan mudahkanlah semuanya untuk hamba, berikanlah keberkahan pada hamba, penghidupan hamba. Jika hal ini tidak baik untuk hamba maka jauhkanlah dari hamba, jauhkanlah hamba dari semua hal yang berhubungan dengannya dan berilah hamba kerelaan atas anugerah yang diberikan-Mu.

Ada Sebuah hadits yang menerangkan tentang do'a setelah shalat istikharah dari Jabir r.a mengemukakan bahwa do'a tersebut dalam bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :

"Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan Ridhailah aku dengan kebaikan itu". (HR Al Bukhari)

Fadhilah dan atau manfaat serta kegunaan dari shalat istikharoh di samping untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allaah Subhanahu Wata'ala sebagai keinginan taqarrub kepada-Nya, sholat sunnah Istikharah juga bermanfaat untuk membebaskan diri dari rasa keragu-raguan dan kebingungan dalam rangka menentukan sebuah pilihan yang paling baik dan paling bagus, baik menurut pandangan hukum agama maupun agar tidak kecewa atau menyesal di kemudian hari setelah menentukan pilihan, terhadap sesuatu yang dipilih.

Shalat istikharah juga sebagai wujud ketidakmampuan seorang hamba dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi dalam hidup terutama yang berkenaan dengan permasalahan dalam rangka menetukan sesuatu yang lebih dari satu pilihan, hendaknyalah semuanya kita kembalikan kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan artian memohon dan merendahkan diri kepada-Nya, karena hanya Dialah yang Maha Mengetahui , Maha Memberi Pertolongan dan Raja Segala Raja yang paling patut untuk diminta.

Mungkin mengenai tentang Niat Sholat Sunnah Istkharah Dan do,anya dicukupkan sekian, semoga bermanfaat Amiin. dan baca juga artikel tentang sholat Tahajud lengkap dengan do,anya

Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat lengkap Dan Artinya

Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat lengkap Dan Artinya - Kita sebagai hamba Alloh SWT yang mana dalam melakukan kehidupan didunia ini hanya sesaat, serta bakal ada kehidupan yang abadi kekal, yaitu kehidupan di akhirat.

Oleh karena itu, pada saat kita masihlah di beri peluang hidup didunia, jadi janganlah sungkan-sungkan selalu untuk memanjatkan doa pada Allah SWT, satu diantaranya yakni doa memohon kebaikan serta keselamatan didunia serta di akhirat.

Serta di bawah ini admin berniat menyatukanan doa-doa selamat dalam bhs arab serta tulisan latin komplit dengan terjemahannya. Silahkan Anda pelajarai serta hafalkan, lantaran doa ini begitu pas sekali serta nyaris setiap saat sebagian besar orang muslim memanjatkan doa selamat ini.


Tersebut disini bacaan doa selamat dunia akhirat dalam bhs arab, doa selamat dunia akhirat latin, komplit dengan artinya.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى الدّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FIDDIINI WAD DUN-YA WAL AAKAHIROTI
 Artinya: Ya Allah, kami mohon ampunan kepadaMu dan limpahkanlah kesejahteraan agama dunia dan akhirat

Terkecuali do’a di atas ada pula do’a memohon keselamatan dalam beragama, kesegaran badan, ditambah-tambah pengetahuan, diberkahkan rizqi, dapat taubat sebelumnya mati


اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FID DIINI WA ‘AAFIYATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI WA ROHMATAN ‘INDAL MAUTI WA MAGHFIROTAN BA’DAL MAUTI

Artinya :Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. 


اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

ALLOOHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA FII SAKARAATIL MAUTI WANNAJAATA MINAN NAARI WAL ‘AFWA ‘INDAL HISAABI
Artinya :Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan

رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZ HADAITANAA WAHAB LANAA MIL LADUNKA RAHMA, INNAKA ANTAL WAHHAAB
Artinya :Ya Allah, janganlah Kau goyahkan hati kami setelah Kau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya : Ya Alloh, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Itulah Do'a selamat Dnia Akhirat Lengkap Artinya, yang mana sudah tertera didalam artikel kami, semoga ada manfaatny

Doa Sebelum Makan Lengkap Arab Dengan Artinya

Doa Sebelum Makan Lengkap Arab Dengan Artinya - Makanan yang halala menurut hukum Islam menjadi dua kelompok yaitu makanan yang halal yang ada di daratan dan makanan yang ada di air. ketentuan makan yang yang halal menurut hukum Islam adalah makan yang baik , suci, tidak merusak badan dan tidak najis. Alloh SWT berfirman di dalam Al Qur'an Surat Al-'Araf Ayat : 157

Yang artinya : " Dan Alloh menghalalkan bagi mereka segala yang baik , dan menghalalkan bagi mereka segala yang buruk-buruk:

1. Tentang Makan halal yang hidup di darat
    Makan yang hidup di darat banyak sekali jumlahnya, akan tetapi tidak dijelaskan semuanya,hanya sebagian kecil saja sebagai contoh agar kita dapat membedakan mana makanan yang halal dan mana makanan yang haram.


Adapun jenis makanan yang halal hidup di daratan antaralain sebagai berikut :
a. Bebagi makanan pokok  sepert padi,jagung,gandum dan sebagainya
b. Bebagi Jenis ubi-ubian ketela pohon,kentang dan sebagainya
c. Buah-buahan seperti mangga,anggur,apel,salak dan sebagainya
d. be erapa binatang yang hidup di darat seperti kambing, kerbau, ayam dan sebagainya. Alloh SWT berfirman :
Artinya : " Hai sekalian manusia,makanlah dari apa yang terdapat di bumi yang halal dan baik.: ( Qs. Al-baqarah : 168 )

2. Makan halal yang hidup di air
    Makan yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut halal di makan seperti: ikan, belut, lele dan cumi. Binatang yang hidup di air ini hukumnya halal, baik di tangkap dalam keadaan hidup atau mati. Alloh SWT berfirman :
Artinya : " Dihalalkan bagimubinatang buruhan laut dan makan yang berasal dari laut sebagai makan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang dalam perjalanan " ( Qs. Al Maidah :96)
Supaya lebih barkah untuk melaksanakan makan alangkah baiknya kita membaca do'a dulu, karena do'a merupakan suatu permohon pertolongang Alloh SWT. Berikut Do'a sebelum Makan yang benar.
Sekian artikel tentang Do'a sebelum makan dan tentang makan yang halal, semoga ada manfaatnya Amiin.

Khutbah Jum'at Untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw

Khutbah Jum'at Untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw - Maulid Nabi Muhammad SAW terkadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bhs Arab : مولد النبي‎, mawlid an-nabī), yaitu peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada tiap-tiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab bermakna hari lahir.

Perayaan Maulid Nabi adalah kebiasaan yang berkembang di orang-orang Islam jauh sesudah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Dengan cara subtansi, peringatan ini yaitu ekspresi keceriaan serta penghormatan pada Nabi Muhammad Saw


Contoh teks Khutbah Jum'at Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

Hadirin ahli jum'at yang berbahagia
Di utusnya baginda nabi besar Muhammad SAW. jadikan rahmat untuk semua alam rahmatan lil. Khutbah jumat | Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw – Marupakan kajian kesempatan ini yang mana kami bakal mengulas sekitar mengenai Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw Di bulan Rabi ‘ul Awwal ini, orang-orang kita punya kebiasaan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Beragam acara diadakan untuk menyemarakkan. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bulan Rabiul awwal yaitu bulan yang mana dilahirkannya Nabi Muhammad SAW tepanya pada tanggal 12 Rabiul Awal. Khutbah mengenai Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Posted on Kajian Islam Khutbah Jumat Khutbah Beberapa pelakunya menyebutnya, ‘ ‘Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ‘ ‘.. Khutbah Jumat maulid nabi : Tiga Pelajaran dari Rosulullah SAW Sebagai Teladan Selama Saat.. Khutbah Jum ‘at Maulid Nabi : Meneladani Rasulullah Kita saat ini ada di dilahirkannya Nabi Muhammad SAW yang lalu diangkat jadi Nabi serta Rasul.

Hadirin Ahli Jum'at yang berbahagia
Kita sudah mengetahui sebenarnya Nabi Nabi Muhammad SAW yaitu adalah pemimpin umat islam sedunia, uswatun hasanah dalam kelakuannya dan adalah Sayyidul Mursalin sekian termasuk juga Sayyidul Arabiya. Bahkan juga Nabi Muhammad SAW yaitu sebagai contoh dalam mementingkan umatnya daripada mementingkan pribadinya sendiri. Tentang hal semacam ini lebih detilnya marilah kita cermati sabdanya, yang berarti :

“Tidak diberi nama orang muslim yang prima yang dalam kondisi kenyang walau demikian tetangganya alami kelaparan”

Serta sebagai contoh dalam kasih sayangnya pada anak-anak, orang yang lemah, serta demikian pula pada orang yang dalam kondisi sakit. Hal semacam ini sesuai sama sabdanya, yang berarti :

“Bahkan termasuk juga orang yang mempunyai belas kasih pada anak-anak serta tak memuliakan pada orang yang lebih tua”

Demikian pula Nabi Muhammad SAW ingin mendatangi pada orang Islam yang dalam kondisi lemah serta ingin menengok orang yang sakit serta mengantarkan jenasahnya. Demikian pula Nabi Muhammad SAW sebagai contoh dalam mengangkat derajatnya wanita sesuai sama sabdanya, yang berarti :

“Tidak ada orang yang memuliakan kaum hawa terkecuali orang yang mulia budi pekertinya. Tak ada orang yang menghormati kaum hawa terkecuali orang yang rendah budi pekertinya. ”

khutbah ke dua


اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ
اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ
اَللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ سَيّدِنَا اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِاَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Demikian Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat kami share.

Bacaan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Idul Adha

Bacaan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Idul Adha - Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.

Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri.


Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Puasa Tarwiyah

Tarwiyah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS yang bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Pada hari itu, hari ke-8 bulan Dzulhijjah, ia merenung dan berpikir (rawwa-yurawwi-tarwiyah) tentang takwil mimpi menyembelih putra kesayangannya sendiri. Pada hari ke-9, ia mendapati takwil mimpi yang membuatnya tahu (‘arafa) akan makna mimpi tersebut, sehingga disebut dengan Hari Arafah. Sedangkan pada hari ke-10, ia melaksanakan perintah dalam mimpi itu, yakni menyembelih (nahara) putranya, sehingga disebut hari Nahr.

Adajuga pendapat yang mengatakan, dinamakan hari Tarwiyah karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air (rawiya, irtawa) untuk persiapan ibadah selanjutnya.

Sementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Adpun Niat Puasa Tarwiyah Dalam Bahasa Arab dan Latinnya

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى

NAWAITU SHAUMA TARWIYAH, SUNNATAL LILLAHI TA'ALA
“Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah


نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

NAWAITU SHAUMA ARAFAH, SUNNATAL LILLAHI TA'ALA
“Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

demikian pengertian tentang puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, semoga bermanfaat, Adapun untuk lebih jelasnyan tentang puasa-puasa yang di sunnatkan seperti puasa sunnah senin kamis

Lafadz Atau Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab Serta Do'a Bukanya

Lafadz Atau Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab Serta Do'a Bukanya - Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan memasuki awal bulan rajab,maka kita selaku umat muslim disunnahkah untuk menunaikan beribadah puasa sunnah yaitu puasa rajab. Mengenai untuk bacaan lafadz kemauan puasa sunah rajab bakal kami berbagi pada saat ini.

Ada banyak keutamaan serta faedah untuk orang yang berpuasa di bulan rajab. Seperti sabda Rasulullah SAW yang berarti : " Siapa saja berpuasa pada bln. rajab satu hari jadi laksana ia puasa sepanjang satu bulan, apabila puasa 7 hari jadi ditutuplah untuk dia 7 pintu neraka jahannam, apabila puasa 8 hari jadi dibukakan untuk dia 8 pintu surga. Apabila puasa 10 hari, jadi Allah bakal mengabulkan semuanya permintaannya ". (HR. At-Tabrhani). Diluar itu ada banyak lagi keutamaan-keutamaan dari puasa di bulan rajab.

Tetapi pada saat ini kami akan tidak membahasnya lebih jauh mengenai keutamaan puasa rajab (mungkin saja dipertemuan selanjutnya).

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN FII SYAHRI RAJABI SUNNATAN LILLAAHI TA'AALAA

Berarti : Saya kemauan puasa keesokan hari di bln. rajab sunah lantaran Allah Ta'ala

Tersebut Lafadz Kemauan Puasa Rajab Komplit Arab, Latin serta Berarti. Jadi, mulai malam ini kita dapat mengamalkannya, membaca kemauan puasa rajab waktu sahur.


     
Seperti yang kita kenali, bulan rajab adalah bulan ke-tujuh dari tanggalan hijriyah. Di mana sebagian bulan lagi bermakna umat muslim bakal masuk bln. Suci Ramadhan. Oleh karena itu, menunaikan beribadah puasa sunnah Senin Kamis terkecuali banyak keutamaan yang bisa didapat, puasa bulan ini dapat sebagai bentuk dalam menyiapkan rohani untuk Ramadhan.

  •  Diriwayatkan kalau apabila Rasulullah SAW masuk bln. Rajab beliau berdo’a : “Ya, Allah berkahilah kami di bln. Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bln. Ramadhan. ” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
  • “Siapa saja berpuasa pada bln. Rajab 1 hari, jadi laksana ia puasa selama sebulan, kalau puasa 7 hari jadi ditutuplah buat dia 7 pintu neraka Jahim, kalau puasa 8 hari jadi dibukakan buat dia 8 pintu surga, kalau puasa 10 hari jadi digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan. ”
  • Riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid : “Barangsiapa berpuasa 1 hari di bln. Rajab, jadi ia laksana berpuasa setahun, kalau puasa 7 hari jadi ditutuplah buat dia pintu-pintu neraka jahanam, kalau puasa 8 hari dibukakan buat dia 8 pintu surga, kalau puasa 10 hari, Allah bakal mengabulkan seluruhnya permintaannya.. ”
  • “Sesungguhnya di surga ada sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasa-rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa 1 hari pada bln. Rajab, jadi ia bakal dikaruniai minum dari sungai itu”.
  • Riwayat (dengan cara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku. ”
  • Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya lihat satu sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lantas saya ajukan pertanyaan pada Jibril a. s. : “Wahai Jibril buat siapakan sungai ini? ”Maka berkata Jibrilb a. s. : “Ya Muhammad sungai ini yakni untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bln. Rajab ini” 
Mungkin artikel tentang Lafadz Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab di cukupkan sekian, semoga bermanfaat Amiin

    Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Tolak Bala Lengkap Doanya

    Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Tolak Bala Lengkap Doanya, Sholat sunat tolak bala memohonkan kepada Allah SWT. supaya menghindar dari bala dan musibah yang dilakukannya kapan saja kecuali waktu yang dilarang oleh syari'at untuk melaksanakannnya. Sholat tolak bala sudah menjadi kebiasaan oleh seluruh umat Islam yang biasa melaksanakannya, yaitu pada waktu yang sudah di tentukan pada hari rabu terakhir bulan safar tahun Hijriyah dilakukannya pada pagi hari sesudah sholat Isyraq,Isti'adzah dan Istikharah.


    Sholat sunat tolak bala bisa dilaksanak 4 rakaat 2 Salam. Niatnya :

    اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Saya sholat sunnah untuk tolak bala dua rakaat karna allah.

    Setiap rakaat setelah fatihah membaca :
    - Surat al-Kaustar 17 kali,
    - Surat al-Ikhlash 5 kali,
    - Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali

    Sebelum melaksanakan sholat membaca istighfar :

    اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا

    (Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

    Do’a setelah sholat Tolak Bala


    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ

    الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْتَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ , اَللهُ اَكْبَرْ

    اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

    “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.

    Adapu pun Salah satu bentuk wafaq/rajahan yang dipakai untuk dicampurkan di tempat air mandi/air minum di saat hari rabu wekasan :


    Catatan :
    Amaliyah di atas sudah dilaksanakan ratusan tahun oleh para ahli tarekat sufi... bagi saudara yang kurang sepaham hendaknya saling menghargai pendapat masing-masing dan toleransi dalam beribadah sesuai keyakinan masing-masing...
    “lanaa a’maalunaa wa lakum a’maalukum. Laa hujjata bainanaa wa bainakum, Allahu yajma’u bainanaa wailaihil mashiir ”
    Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)" (QS.42:15)

    Mungkin Untuk artkel tentang pelaksanaan sholat tolak bala di cukupkan sekian semoga bermanfaat Amiin... Pelajari juga doa menjenguk orang sakit yang telah kami bagikan pada artikel yang telah di publishkan sebelumnya.

    Khutbah Jum'at Tentang Keutamaan dan Peristiwa Hari Asyuro Secara Singkat

    Khutbah Jum'at Tentang Keutamaan dan Peristiwa Hari Asyuro Secara Singkat -
    ألحَمْدُ لِلّهِ. ألحَمْدُ لِلّهِ الذِي جَزَى العَامِلِيْنَ. وأحَبَّ الطَّائِعِيْنَ. وَأبْغَضَ العَاصِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَ اِلهَ اِلااللهُ. وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ الهَادِي اِلَى صرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ الْقَوِيْمِ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اتَّقُوْاللهَ الّذِي لا اِلهَ سِوَاهُ وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ والْعِبَادَةِ. وَنَهَاكُمْ بِالظُّلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ. فَلا يَكُوْنُ ذلِكَ اِلاَّ لِخُسْرَانِكُمْ وَهَلالِكُمْ. وَلَكِنِّ اللهَ يَرْحَمُكُمْ وَأنْزَلَ نِعَمَهُ عَلَيْكُمْ. فَأَطِيْعُوْهُ وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. لِأَنَّ اللهَ جَزَى أَعْمَالَكُمْ. أَثَابَكُمْ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. وَعَذَّبَكُمْ بِسَيّءِ أَفْعَالِكُمْ.
    قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ
    Segala puji dan syukur dipanjakat kepada Allah SWT, rahmat dan salam semoga dicurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw,dan kepada keluarganya, ke sahabatnya dan semua kaum muslimin sampai kehari kiamat.


    Hadirin Sidang jum'at yang berbahagia

    Dalam waktu ini kita semua selaku umat muslim perlu meperingati dengan adanya hari 'Asyuro, yaitu pada tanggal 10 bulan Muharam, karena hari tersebut mengandung riwayat yang penting bagi seluruh kaum muslimin, yaitu :
    1. Hari pengampunan Allah SWT ke Nabi Adam a.s.
    2. Hari penyelamatan Allah SWT ke Nabi Nuh a.s. dari terjanagan angin topan
    3. Hari diselamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api raja namrud
    4. Hari diturunkan kitab kitab toret ke Nabi Musaa.s.
    5. Hari dikeluarakannya Nabi Yusuf a.s. dari lahat sumur
    6. Hari diterangkannya lagi mata Nabi Yakub a.s.
    7. Hari disembuhkannya penyakit Nabi Ayub a.s.
    8. Hari dikeluarkannya Nabi Yunus a.s. dari perut ikan Hut
    9. Hari terbelahnya laut merah ke Nabi Musa a.s. dan kaum-kaumnya
    10. Hari diberi kerajaan sejagat ke Nabi Sulaiman a.s.
    11. Hari dibuatnya alam dunia
    12. Hari mulainya diturunkan hujan dari langit
    13. Hari pertama diturkannya rahmat Allah ke Alam dunia

    Dengan demikian menurur hadist Nabi, riwayat Abu Huraeroh yang diterangkan dalam kitab I'anatut-Thalibin juz 2 halaman 267

    Hadirin Sidang jum'at yang berbahagia

    Kejadian penting yang pernah dirandapi oleh Nabi Nuh a.s. yaitu diselamatkannya Nabi Nuh a.s. dan keluarganya dari terjangan angin topan.
    Nabi Nuh a.s, adalah putra dari Nabi Syis bin Nabi Adam a.s. umurnya 1050 tahun . Dalam umur 40 tahun Nabi Nuh diangkat menjadi Rosul; terus mengadakan da'wah ke kaum-kaumnya yang kafir lamanya 950 tahun.
    Dalam selama 950 tahun kaum-kaumnya yang ikut kepada beliau yang ada 80 orang serta keluarganya. Umurnya sesudah selsai topan ( banjir ) yaitu 60 tahun.
    Dengan demikian kaum-kaumnya terus membuat kemaksiatan, lalu Nabi Nuh a.s. mendo'a kepada Allah SWT agar kaum-kaumnya dihancurkan dari kemaksiatannya.

    رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأَرْضِ مِنَ الكافِرِينَ دَيّاراً * إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبادَكَ وَلا يَلِدُوا إِلّا فاجِراً كَفّاراً

    Artiny :“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

    Hadirin Sidang jum'at yang berbahagia

    Do'anya Nabi Nuh a.s. dikabulkan oleh Allah SWT. yaitu dengan adanya banjir sejagat yang diawali hujan selama 40 hari 40 malam, dari tanah, air berhembur keluaran, sampai seluruh jagat menjadi lautan, gunung-gunung dan pepohonan terendam oleh air banjir, manusia dan hewan pun terendam oleh banjir kecuali Nabi Nuh a.s dan kaumnya yang 80 orang dan hewan burung- burung satu jodo yang ada didalam perahu Nabi Nuh a.s., malah si Kan'an yang menjadi putranya Nabi Nuh yang tidak anut kepada Nabi Nuh ikut tengelam, itu kejadian dari mulai bulan Rajab sampai tanggal 10 Muharam.

    Hadirin Sidang jum'at yang berbahagia

    Dalam rangka memperingati Hari 'Asyuro yitu disunnatkan puasa pada tanggal 09 dan 10 muharam, lalu memperbanyak sholat sunnat , membaca dzikir istigfar diwaktu malamnya. Dan memperbanyak silaturahmi, teritama kepara ulama, menjenguk orang sakit, memberi makan fakir miskin terutama anak yatim, meperbanyak membaca Al Qur'an dan lain sebagainnya.
    Untuk kesimpulan dai Khutbah ini. Siksaan dosa di dunia bagi orang yang durhaka, pentingnya da'wah kemasyarakat umum, anak durhaka tidak bisa ditolong oleh orang tuanya dari sisa Allah, tobat dari dsa harus cepat-cepat sebelum ajal menjemput dan adanya musibah yang aneh aneh merupakan peringat dari Allah SWT.

    بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

    اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
    اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
    عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ

    Mudah - mudahan dengan adanya Khutbah Dalam Rangka Memperingati Hari 'Asyuro ini Allah SWT mengampuni segala dosa kita yang telah kita buat dan semoga diselamatkan dunia dan akhirat Amiin.

    Hikmah Puasa Asyuro Pada Bulan Muharam

    Hikmah Puasa Asyuro Pada Bulan Muharam - Hari ‘Asyura berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram. Hari ini memiliki keistimewaan tersendiri di dalam islam. Nabi Muhammad saw. biasa berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa.
    Keutamaan puasa ini juga sangat besar sehingga Nabi saw. menekankan dalam haditsnya:
    " Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram,…" [HR Muslim]
    Dan tentang puasa ‘Asyura, pahalanya adalah pengampunan atas dosa setahun sebelumnya: Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu,

    وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ

    “Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”. [Sunan Abu Dawud].

    1. Hadits Tentang Kaidah Puasa 'Asyura

    Diterima dari Abu Hurairah r.a katanya:"Ditanyakan orang kepada Rasulullah saw.'Shalat apakah yang lebih utama setelah shalat fardhu '? Ujar Nabi: 'Yaitu shalat di tengah malam'. Tanya mereka lagi:'Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?' Ujar Nabi : 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram'." (Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Daud).
    Dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan, katanya:"Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: 'Hari ini ialah hari 'Asyura, dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Dan saya sekarang berpuasa, maka siapa yang suka, berpuasalah dan siapa yang tidak, berbukalah'!" (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim).


    Dari 'Aisyah r.a., katanya: " Hari 'Asyura asalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa Jahiliyah. Rasulullah juga biasa mempuasakannya, dan tatkala datang di Madinah, ia berpuasaa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka tatkala difardhukan puasa Ramadahan, sabdanya: 'Siapa yang ingin berpuasa, ia berpuasa dan siapa yang tidak, ia berbuka'." (Disepakati bersama).
    Dari Ibnu Abbas r.a., katanya:"Nabi saw. datang ke Madinah, dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura. maka tanya Nabi: 'Ada apa ini'? Ujar mereka: 'Hari baik di saat mana Allah membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, hingga dipuasakan oleh Musa', Maka sabda Nabi saw.: 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu', lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa."(Disepakati oleh Bukhari dan Muslim).Dari Abu Musa Al-'Asy'ari r.a., katanya: "Hari 'Asyura itu dibesarkan oleh orang Yahudi dan merekea jadikan seagai hari raya. Maka bersabdalah Rasulullah saw.: 'Puasakanlah hari itu oleh kamu sendiri'!" (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim).
    Diterima dari Ibnu Abbas r.a., katanya: "Tatkala Rasulullah saw. berpuasa pada hari 'Asyura dan menitahkan orang agar mempuasakannya, mereka berkata: 'Ya Rasulullah, ia adalah suatu hari yang dibesarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Maka ujar Nabi: 'Jika datang tahun depan, - isnyaallah - kita berpuasa pad hari ke sembilan'" kata Ibnu Abbas: "Maka belum lagi datang tahun depan itu, Rasulullah saw. pun wafatlah." (H.R. Muslim dan Abu Darda'). Dan pas satu riwayat, kalimatnya berbunya: " Maka ujar Rasulullah: 'Seandainya saya masih ada hingga tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke sembilan' - yakni bersama hari 'Asyura -."(H.R.Ahmad dan Muslim).

    Para ulama menyebutkan bahwa puasa 'Asyura itu ada tiga tingkat:
    Tingkat pertama: berpuasa selama 3 hari, yaitu hari/tangal/ ke-9, ke-10 dan ke-11.
    Tingkat kedua: berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10.
    Tingkat ketiga: berpuasa hanya pada hari ke-10 saja.

    2. Makna Pahala Besar Amalan Sunnah
    Diterima dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa memberi kelapangan bagi dirinya dan bagi keluarganya pada hari 'Asyura, maka Allah akan memberi kelapangan baginya sepanjang tahun itu." (Diriwayatkan oleh Baihaqi dan Asy-Sya'b, dan oleh Ibnu Abdil Bar).
    Hadits tersebut mempunyai jalan-jalan lain, tetapi semuanya lemah. Hanya bila sebagian digabungkan kepada lainnya, maka ia akan bertambah kuat sebagaimana dikatakan oleh Sakhawi.
    Jangan Sampai Tertipu
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

    Antara shalat 5 waktu (shalat fardhu ke shalat fardhu berikutnya), jumatan ke jumatan berikutnya, ramadhan ke ramadhan berikutnya, bisa menjadi kafarah (penebus dosa) yang dilakukan diantara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi. (HR. Ahmad 9197 Muslim 233).

    Dengan menimbang hadits di atas, mari kita perhatikan keterangan Ibnul Qoyim berikut,

    Banyak orang yang merasa puasa asyura menghapuskan dosa-dosa satu tahun penuh, sehingga masih menyisakan puasa arafah yang akan menjadi tambahan pahala. Sayangnya orang yang tertipu (dengan banyaknya pahala) ini tidak menyadari bahwa puasa ramadhan, shalat 5 waktu, pahalanya lebih besar dan nilainya lebih mulia dibandingkan puasa arafah dan puasa asyura yang hanya bernilai sunah. Padahal amal-amal besar tadi (shalat 5 waktu, puasa ramadhan) hanya bisa menghapuskan dosa selama dosa besar dijauhi.
    Betapa puasa ramadhan sampai ramadhan berikutnya, jumatan sampai jumatan berikutnya, tidak mampu menghilangkan dosa-dosa kecil kecuali diiringi dengan tindakan meninggalkan dosa-dosa besar. sehingga dengan dua unsur ini, amal besar tersebut mampu menghapus dosa-dosa kecil. (Al-Jawab Al-Kafi, hlm. 13).

    Karena itu, bagaimana mungkin puasa sunnah sehari mampu menghapus seluruh dosa besar yang pernah dilakukan oleh seorang hamba, sementara dia masih berlum bertaubat darinya? Ini satu hal yang mustahil! Meskipun bisa jadi puasa arafah dan puasa asyura bisa menjadi penghapus seluruh dosa secara umum, sementara dalil yang isinya ancaman menjadi syarat dan penghalang terhapusnya dosa, kemudian tidak bertaubat dari dosa besar bisa menjadi penghalang terhapusnya dosa yang lain. Sehingga bertaubat dari dosa dan puasa asyura bisa saling membantu untuk menjadi penghapus dosa secara umum, sebagaimana shalat 5 waktu, puasa ramadhan, dan sikap meninggalkan dosa besar bisa saling membantu untuk menghapuskan dosa kecil…. Sehingga bentuk penghapusan dosa dengan melakukan dua sebab, akan lebih kuat dan lebih sempurna jika hanya melakukan satu sebab. (Al-Jawab Al-Kafi, hlm. 13). wallahu a'lam.

    ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

    “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    Keutamaan Shalat hari Raya Idul Adaha Niat Dan Artinya

    Keutamaan Shalat hari Raya Idul Adaha Niat Dan Artinya - Shalat 'id adalah shalat sunnah yang dilakukan pada hari raya. Umat islam  memiliki dua hari raya dalam satu tahun, yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya 'Idul adha.
    Tetapi yang kami maksud disini akan menjelaskan tentang ketentuan Shalat pada hari raya 'Idul Adha. 'Idul Adha merupakan hari raya kaum muslimin yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah waktunya mulai terbit matahri setnggi tombak sampai tergelncir matahahri, diperkirakan 07.00 sampai dengan pukul 12.00.



    Hukum melaksanakan shalat Idul Adha adalah sunnah mu'akad sama seperti dengan shalat Idul Fitri, hanya tetapi yang membedakannya yaitu niatnya.

      Niat shalat Idul Aha untuk Makmum



    Atinya : Aku niat shalat 'Idul Adha dua raka'at karena Allah Ta'ala

    Beberapa hal yang yang sunnah dilakukan pada hari raya Idul Adha diantaranya :
    a.  Banyak membaca takbir terutama pada malam hari berbeda dengan hari raya idul fitri, ditambah
          setiap ba'da shalat wajib selama har tasyriq dar tanggal 10 - 13 Dzulhijjah.
    b.  Mandi sebelum pergi shalat 'id
    c.  Memakai pakaian yang terbaik yang dimiliki
    d.  Memakai wangi-wangian
    e.  Tidak makan dan minum sebelum melaksanakan shalat 'Idul Adha.
    f. Jalan yang dilalu pulang jangan tidak sama dengan jalan yang dilalui pada saat pergi